Kamis, 15 Juni 2017

Hubungan tanpa komitmen, Bisakah?

Hai sobat.. Gimana kabarnya hari ini? 
Adakah yang lagi galau (💔) atau lagi berbunga-bunga karena jatuh cinta (💓) ???

Hmm.. bicara soal cinta, pasti gak akan habis-habisnya. Gejolak-gejolak anak muda yang sedang jatuh cinta akan terasa menjalani hari-hari yang penuh warna-warni.
Apakah setiap orang butuh cinta? Ya pasti butuhlah.. Jika tidak ada cinta hidup terasa hampa pastinya.


Sudahkah kamu menemukan cinta sejati dalam hidupmu?
Hmm.. pasti sangat sulit untuk menjawabnya, apalagi yang masih berstatus single sepertiku. hahahaha 😁😄
Tetapi bagi anak muda yang sudah memiliki pacar atau sedang berstatus pacaran, apakah bisa menjawab soal diatas? Jika sudah merasa mulai menemukannya berarti kamu memiliki komimen yang sangat kuat dalam hubungan berpacaran. 

Apa sih arti dari komitmen itu? kata "komitmen" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI).
ko·mit·men n perjanjian (keterikatan) untuk melakukan sesuatu; kontrak.

Menurut Daryonoto Wonokerto, Komitmen adalah janji. Komitmen adalah janji pada diri kita sendiri atau pada orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya yang berasal dari watak yang keluar dari dalam diri seseorang.

Komitmen akan mendorong rasa percaya diri, dan semangat kerja, menjalankan tugas  menuju perubahan ke arah yang lebih baik. Hal ini ditandai dengan peningkatan kualitas fisik dan psikologi dari hasil kerja. Sehingga segala sesuatunya menjadi menyenangkan bagi sosial masyarakat.

Komitmen mudah diucapkan. Namun lebih sukar untuk dilaksanakan.  Mengiyakan sesuatu dan akan melaksanakan dengan penuh tanggungjawab adalah salah satu sikap komitmen. Komitmen sering dikaitkan dengan tujuan, baik yang bertujuan positif maupun yang yang bertujuan negatif.

Sudah saatnya kita selalu berkomitmen, karena dengan komitmen sesorang mempunyai keteguhan jiwa. Stabilitas sosial tinggi, toleransi,, mampu bertahan pada masa sulit, dan tidak mudah terprovokasi.

Nah, bagaimana jika komitmen itu tidak dilaksanakan dalam suatu hubungan? Apakah bisa??
Ya bisa saja terjadi suatu hubungan tanpa komitmen tetapi tidak akan selalu berjalan dengan baik dan bahkan tidak sampai ke tujuan yang jelas.Sebuah hubungan pacaran itu jelas akan dibawa untuk ke jenjang pernikahan bukan untuk bersenang-senang memenuhi nafsu semata.

Setelah lama berpacaran terkadang anak muda lupa atau tidak sadar bahwa hubungan yang dibina tidak jelas untuk dibawa kemana dan akhirnya mengakhirinya dengan kata "putus" dengan alasan yang bermacam-macam seperti karena bosan,jenuh, ketidak cocokan lagi, mudah cemburu, berprasangka buruk, terlalu posesif,selingkuh, dll. Kalau seperti itu terasa sia-sialah semua yang telah dijalani bahkan akan berdampak buruk terhadap kepribadian seseorang tersebut. Contohnya akan ada sakit hati, putus asa, trauma bahkan merasa hambar untuk cinta yang lain.

Hubungan tanpa komitmen itu tidak bisa berjalan dengan baik. Walaupun tampak baik disaat kita sedang menikmatinya tetapi akan terasa sia-sia jika dijalani tanpa adanya komitmen.

Ayolah membangun hubungan pake komitmen dari awal karena jika tidak maka cinta hanya terlihat indah di awal atau di petengahan  saja. Mari dari awal kita berkomitmen sampai akhirnya nanti kita melihat perjuangan sebuah komitmen akan terasa indah untuk selamanya.






1 komentar: