Rabu, 05 Juli 2017

TQA News Item

SOURCE TEXT
TQA
TARGET TEXT
Lalu lintas yang akan dialihkan selama kunjungan raja Saudi


Jakarta (JP) - komuter Jakarta harus bersiap untuk kemacetan lalu lintas yang lebih buruk di beberapa wilayah kota selama tiga hari ke depan.
Pengguna jalan, khususnya mereka yang bepergian di jalan-jalan arteri di Kuningan dan Senayan, disarankan untuk mencari rute alternatif sebagai akibat dari kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke ibukota dari Rabu sampai Jumat sebagai bagian dari tur satu bulannya ke negara-negara Asia.
Juru bicara Polda Metro Jaya Kombes. Raden Prabowo Argo Yuwono mengatakan kepada The Jakarta Post
pada hari Selasa bahwa raja berusia 81 tahun dan rombongan akan mengunjungi Istana Negara di Bogor, Jawa Barat. "Rute yang akan digunakan oleh rombongan akan disterilkan ketika mereka melewatinya," kata Argo.
Secara terpisah,
operator jalan tol PT Jasa Marga mengatakan bahwa hal itu akan menutup akses ke jalan tol Jagorawi dari Bogor, Rabu 12:30-13:30 untuk mensterilkan jalan.
"Pengemudi yang akan ke Bogor disarankan untuk menggunakan gerbang tol alternatif seperti gerbang Sentul Selatan dan Ciawi" kata perusahaan itu dalam sebuah pernyataan. (The Jakarta Post, Jakarta
| Wed, 1 Maret 2017 | 10:05)

News Worthy Event




Main Event 1:

komuter Jakarta harus bersiap untuk kemacetan lalu lintas yang lebih buruk di beberapa wilayah kota selama tiga hari ke depan.

Main Event 2:

Pengguna jalan, khususnya mereka yang bepergian di jalan-jalan arteri di Kuningan dan Senayan, disarankan untuk mencari rute alternatif sebagai akibat dari kunjungan kenegaraan Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud ke ibukota dari Rabu sampai Jumat sebagai bagian dari tur satu bulannya ke negara-negara Asia.

Elaborating event I :

pada hari Selasa bahwa raja berusia 81 tahun dan rombongan akan mengunjungi Istana Negara di Bogor, Jawa Barat. "Rute yang akan digunakan oleh rombongan akan disterilkan ketika mereka melewatinya," kata Argo

Elaborating event II:

1.      operator jalan tol PT Jasa Marga mengatakan bahwa hal itu akan menutup akses ke jalan tol Jagorawi dari Bogor, Rabu 12:30-13:30 untuk mensterilkan

jalan.

2.      "Pengemudi yang akan ke Bogor disarankan untuk menggunakan gerbang tol alternatif seperti gerbang Sentul Selatan dan Ciawi" kata perusahaan itu dalam
sebuah pernyataan.

Participants:

1.          Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz Al Saud
2.          Kombes. Raden Prabowo Argo Yuwono
3.          Pengemudi

Circumtances
-          Place : Bogor, Jawa Barat Sentul Selatan dan Ciawi

-          Time :   Rabu 12:30-13:30

-           
 Sources    : Jakarta Post (JP)
Traffic to be rerouted during Saudi king’s visit



Jakarta (JP) – Jakarta commuters should be prepared for even worse traffic congestion in some areas of the city over the next three days.
Road users, particularly those traveling on arterial roads in Kuningan and Senayan, are advised to seek alternative routes as a result of the state visit of Saudi Arabia’s King Salman bin Abdulaziz Al Saud to the capital from Wednesday to Friday as part of his month-long tour of Asian countries.
Jakarta Police spokesman Sr. Comr. Raden Prabowo Argo Yuwono told The Jakarta Post
on Tuesday that the 81-year-old king and his entourage will visit the State Palace in Bogor, West Java. “Routes to be used by the entourage will be sterilized when they pass,” Argo said.
Separately,
 toll road operator PT Jasa Marga said that it would close access to the Jagorawi toll road from Bogor on Wednesday from 12:30 p.m. to 1:30 p.m. to clear the road.
Motorists who are going to Bogor are suggested to use alternative toll gates such as Sentul Selatan and Ciawi,” the company said in a statement. (The Jakarta Post, Jakarta
 | Wed, March 1, 2017 | 10:05 am)




Source Text


TQA


Target Text
Prancis Renewable Energy Group didirikan di Indonesia


Jakarta (JP) –
Delegasi Perancis mewakili perusahaan-perusahaan Perancis yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar di sektor energi terbarukan di Indonesia.
Sebuah kelompok baru bernama Group Energi Terbarukan Perancis (Freg), terdiri dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kepentingan dalam investasi lokal dan cabang organisasi energi terbarukan terbesar Prancis, Syndicate untuk Energi Terbarukan (SER).
Freg diharapkan dapat meningkatkan kontak bisnis-ke-bisnis antara perusahaan Perancis dan Indonesia dan untuk mendorong lebih banyak perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia.
Selanjutnya,
grup tersebut akan bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan di negeri ini.
Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan bahwa Perancis bersedia untuk berbagi keahlian dengan ahli-ahli setempat.
"Kami memiliki banyak inovasi dan perusahaan dengan pencapaian yang tinggi di Prancis. Kelompok energi baru yang kami telah bentuk di Indonesia akan menjadi wadah di mana kami bisa menunjukan kekuatan Prancis di sektor energi, "kata Ayrault, yang juga mantan perdana menteri Perancis, saat peluncuran FREG di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral.
Dia juga berharap bahwa kelompok yang baru didirikan bisa memperkuat kerjasama bilateral di sektor ini.
(The Jakarta Post,
Jakarta | Selasa, 28 Februari 2017 | 02:19)
I.News Worthy Event




Main Event I :
Delegasi Perancis mewakili perusahaan-perusahaan Perancis yang bertujuan untuk memanfaatkan potensi besar di sektor energi terbarukan di Indonesia.

Main Event II :
Freg diharapkan dapat meningkatkan kontak bisnis-ke-bisnis antara perusahaan Perancis dan Indonesia dan untuk mendorong lebih banyak perusahaan untuk berinvestasi di Indonesia.

Elaborating event I:
Sebuah kelompok baru bernama Group Energi Terbarukan Perancis (Freg), terdiri dari perusahaan-perusahaan yang memiliki kepentingan dalam investasi lokal dan cabang organisasi energi terbarukan terbesar Prancis, Syndicate untuk Energi Terbarukan (SER).

Elaborating event II:
1.     Grup tersebut akan bekerja sama dengan Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) untuk mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan di negeri ini. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault mengatakan bahwa Perancis bersedia untuk berbagi keahlian dengan ahli-ahli setempat.
2.     "Kami memiliki banyak inovasi dan perusahaan dengan pencapaian yang tinggi di Prancis. Kelompok energi baru yang kami telah bentuk di Indonesia akan menjadi wadah di mana kami bisa menunjukan kekuatan Prancis di sektor energi, "kata Ayrault, yang juga mantan perdana menteri Perancis, saat peluncuran FREG di kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
Dia juga berharap bahwa kelompok yang baru didirikan bisa memperkuat kerjasama bilateral di sektor ini


Participants :
1.Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI)
2. Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Marc Ayrault
3. ahli-ahli setempat.

Circumtances
-          Place      : Jakarta
-          Time  : Selasa, 28 Februari 2017 | 02:19)

Sources : Jakarta Post (JP)

EDIT


French Renewable Energy Group set up in Indonesia


Jakarta (JP) –
French delegates represent French companies which aim to tap into the huge potential in Indonesia’s renewable energy sector.
A new group named the French Renewable Energy Group (FREG), comprises companies which have interests in investing locally and a branch of France’s largest renewable energy organization, Syndicate for Renewable Energy (SER).
FREG is expected to enhance business-to-business contact between French and Indonesian companies and to encourage more companies to invest in Indonesia.
Furthermore,
the group will work together with the Indonesian Renewable Energy Society (METI) to develop renewable energy projects in the country.
French Minister of Foreign Affairs Jean-Marc Ayrault said that France was willing to share its expertise with its counterparts.
“We have many innovative and high-achieving companies in France. The new energy group that we have formed in Indonesia will be a stage where we can show off France’s strengths in the energy sector,” said Ayrault, who is also former French prime minister, during the FREG launch at the Energy and Mineral Resources Ministry’s office.
He also hoped that the newly-founded group could strengthen bilateral cooperation in this sector.
(The Jakarta Post,
 Jakarta | Tue, February 28, 2017 | 02:19 pm)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar