Tulisan ini kutemukan dari catatan facebookku pada tanggal 18 Mei 2011 yang berjudul NotesQ. Ntah apa yang membuatku menulis kata-kata ini, mungkin saja saat itu aku lagi galau.. hehehehe ^_^
CATATAN FB
Ada banyak kesedihan yang harus ditawarkan dalam setiap perjalanan
kehidupan. Bahkan pun gembira harus ditawarkan, agar tidak menjadi
terlalu manis, asin, ataupun pahit. Kebanyakan orang tidak pernah
mentawarkan diri mereka kepada kebahagian, seperti manis yang selalu
hidup di dalam diri kita. Kita terus mengkonsumsi manisnya kehidupan
sehingga tidak punya ruang untuk mengingat bahwa dalam setiap episode, ada namanya kesedihan.
Kesedihan
seringnya datang dengan berbagai rasa. Aku kadang merasakannya sebagai
suatu yang pahit, lebih pahit dari obat. Kadang asin, lebih asin dari
lautan ataupun tambang garam. Kadang serupa manis yang keterlaluan.
Banyak
yang bingung. Bagaimana kesedihan mampu datang dalam bentuk yang begitu
manis. Kadang, dalam suatu rasa kesedihan, ada sebuah rasa seperti
mendapatkan berita baru dalam suatu kehidupan. Menambahkan satu poin
kebijakan dalam memandang hidup ini. Aku memberikan rasa manis terhadap
kesedihan yang demikian. Manis yang keterlaluan.
Namun, apa yang
aku rasakan saat ini belum mampu aku jabarkan. Dalam kategori manakah
kesedihan yang sedang berlangsung ini. Apakah dia akan menjadi sesuatu
yang aku sebut pahit, ataukah asin, atau mungkin jika kelak di ujung aku
akan menyebutkan sebuah rasa manis yang ditawarkan kehidupan oleh rasa
luka.
Seminggu belakangan, aku pernah membaca novel dari Paulo Chelho yang dalam salah satu babnya berkisah tentang sadomasokisme,
di mana kesakitan, kepedihan, terluka, menjadi jalan bagi orang-orang
untuk menemukan kenikmatan. Beberapa orang agar merasa dekat dengan
Tuhan, mereka mulai mencambuki diri mereka sendiri. Hingga pada suatu
titik, mereka menemukan kenikmatan dalam setiap luka.
Tetapi aku
bukan orang yang menemukan kenikmatan dalam setiap luka yang menganga.
Walau mungkin, nanti, aku menemukan manis yang diajarkan Tuhan dalam
perih kaki yang merangkak melintasi sahara, atau mungkin menapaki
belukar yang penuh duri. Terkadang, Tuhan sering bercerita lewat
luka-luka yang menganga.
Aku teramat berharap. Dia menghubungiku. Lantas memintaku menjawab “mengapa aku tidak ingin mengganggunya lagi?”
atau mungkin dia akan merengek bahwa saat itu jiwanya sedang labil dan
dia tidak tahu mengapa dia melakukan itu. Aku teramat berharap. Di mana,
pada jawaban pertama aku akan bercerita tentang gundah hati yang aku
rasakan, dan pada jawaban kedua aku ingin dia tidak mengulangi lagi
setiap keinginan yang demikian.
Aku selalu mencoba menjadi sesempurna apa yang dia inginkan walau seluruh dunia berkata: TIDAK ADA MANUSIA YANG SEMPURNA,
aku tetap akan mencoba. Paling tidak, dengan menawarkan diri dan janji
untuk tidak akan menyakitinya, setia, dan bertanggung jawab.
Menulis
ini, hatiku teramat pedih. Mencintainya membuat aku berefleksi terhadap
setiap keinginannya hingga pada satu konklusi aku merasa dia tidak
ingin diganggu olehku.
Aku tidak mengerti, apa sebenarnya yang
diinginkan oleh manusia. Ketika mereka meminta cinta kepada Tuhan,
mereka tidak puas, mereka meminta yang lain, mereka juga meminta
kebencian. Mereka ingin melihat, bagaimana ketika Tuhan benci kepada
mereka. Namun, Tuhan tidak pernah membenci.
Bukankah engkau sering mendengar: Tuhan tidak mengabulkan apa yang engkau minta, tetapi Dia memberikan apa yang engkau butuhkan. Yang terbaik bagimu.
Aku pun tiada pernah membencimu. Yang sedang aku rasa adalah kesedihan yang mendalam. Andai engkau tahu.
Kesedihan
yang bagaimana yang datang, ketika engkau menuliskan berita dagumu
mulai berketar. Tanganmu dingin, dan juga gemetar. Bibirmu mulai
tergigit, lantas air mata jatuh tanpa tahu kapan dia akan usai. Dan
gemuruh di dadamu begitu bertalu. Engkau merasakan panas yang sangat.
Hatimu seperti terbakar api yang engkau pun tidak tahu entah bagaimana
cara memadamkannya.
Aku menunggumu di sini. Dengan cinta dan rindu yang masih sama.
Udah pandai km membuat cerpen ya sob hehe
BalasHapusHehehe juga..
BalasHapushahaha.. masih proses belajar itu sob ^_^
BalasHapusterimakasih udah mengunjungi ya :)
Great ;)
BalasHapus